Ssst .. gini gini masuk majalah sekolah loh ... ( sombong dikit , gak papa lah ya .. )
MEWUJUDKAN INDONESIA
SEBAGAI NEGARA MAJU
Oleh : Dennia Oktavia
Zahidah Hulwah *)
Indonesia.
Negara kita tercinta yang memperoleh kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 ini masih
tergolong dalam taraf ‘ Negara Berkembang ’. Lalu, apa yang dimaksud Negara berkembang
itu ? Negara berkembang atau yang disebut juga Developing Countries adalah Negara yang tingkat pertumbuhan
ekonominya lambat. Sehingga , pada Negara berkembang seperti Indonesia ini ,
terutama pemerintahnya giat melakukan pembangunan untuk meningkatkan
kesejahteraan hidup masyarakatnya. Selain Indonesia , masih banyak Negara di
dunia yang termasuk dalamn taraf ‘ Negara Berkembang ’ antara lain , Malaysia ,
Kamboja, Tanzania , Brasil dan masih banyak lagi. Apa bedanya dengan Negara
maju ? Untuk menjawabnya , mudah saja , Negara maju atau dalam bahasa Inggris
disebut Developed Countries adalah
Negara yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang cepat. Negara seperti tu
telah berhasil mencapai kesejahteraan hidup yang merata bagi masyarakatnya. Sektor
industri dan jasa merupakan tiang perekonomian pada Negara maju. Selandia Baru
, Australia , Singapura , dan Korea Selatan adalah contoh Negara maju.
Dan
sekarang, apakah Indonesia bisa menjadi ‘ Negara Maju ’ ? jawabannya , bisa !
meskipun harus menempuh proses yang lambat. Bagaimana caranya ? untuk
mengetahuinya , kita harus melihat terlebih dahulu beberapa ciri ‘Negara
Berkembang’. Yang pertama ,
pendapatan per kapita yang rendah. Pendapatan
perkapita rendah yang terjadi di Indonesia dapat disebabkan antara lain karena
tidak seimbangnya antara lapangan pekerjaan dengan jumlah penduduk Indonesia
yang teramat banyak yang berdampak pada banyaknya pengangguran ( sementara itu
penduduk yang banyak di Indonesia disebabkan oleh tingginya angka pertumbuhan penduduk
) dan pendidikan masyarakat Indonesia yang tergolong rendah sehingga tidak
banyak tenaga ahli yang benar benar profesional. Cara mengatasinya antara lain
dengan menekan laju pertumbuhan penduduk dengan melaksanakan program KB
. Pemerintah harus mengadakan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya
dan dampak program KB bagi masyarakat Indonesia selain itu juga harus
disediakan sarana dan prasaran yang lengkap menyangkut pelaksanaan program KB.
Selain itu juga diatasi dengan memperbaiki pendidikan masyarakat Indonesia antara
lain dengan melaksanakan program wajib belajar 9 tahun , memperbaiki dan
meningkatkan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan , terutama di daerah
pedalaman atau yang terisolasi , melaksanakan program sekolah gratis di daerah
pedalaman dan bagi siswa dengan ekonomi lemah , mengintensifkan program
pendidikan baik secara formal seperti sekolah mapun secara nonformal seperti
melalui berbagai kursus juga dapat dilakukan dengan meningkatkan keterampilan
masyarakat melalui berbagai organisasi , misalnya saja melalui PKK. Dan yang
terakhir dengan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Yang kedua , tingginya angka kematian bayi
atau yang biasa disebut dengan Infant
Mortality Rate / IMR dan rendahnya angka harapan hidup. Kedua masalah
tersebut berhubungan erat dengan tingkat kesehatan penduduk. Di Indonesia ,
tingkat kesehatannya tergolong rendah karena lingkungan kotor , banyak penyakit
menular , adanya gejala kekurangan gizi pada sebagian masyarakat , sarana dan
prasarana kesehatan yang kurang memadai , rendahnya pengetahuan dan kesadaran
masyarakat tentang kesehatan dan kebersihan baik menyangkut diri sendiri maupun
lingkungan, dapat disebabkan pula karena faktor ekonomi , yakni bagi mereka
yang ekonominya lemah tidak akan mampu berobat ke lembaga kesehatan yang tepat
seperti rumah sakit , mereka akan menempuh jalan yang tidak banyak mengeluarkan
uang , seperti berobat ke dukun dan kebanyakan , cara itu tidak berhasil
sehingga menghasilkan korban meninggal. Apa tindakan yang harus dilakukan ? hal
pertama berasal dari kesadaran masyarakat sendiri seperti menjaga
kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah di selokan yang nantinya
dapat menyebabkan penyakit demam berdarah serta menjaga kebersihan diri mereka
sendiri. Kedua , pemerintah harus mengadakan penyuluhan tentang kesehatan
, bisa tentang cara mengobati suatau penyait , atau yang lain , Ketiga dengan meningkatkan
sarana dan prasarana kesehatan yang ada , memberantas penyakit menular serta
mengadakan program berobat gratis bagi mereka yang tidak mampu.
Ketiga , karena SDA yang ada di Negara
berkembang umumnya masih banyak yang belum diolah. Seperti kita lihat Negara
kita sendiri , dimana SDA yang terkandung di dalamnya sangat banyak , Tuhan
telah menganugerahkan kekayaan alam yang berlimpah ruah kepada Indonesia ,tapi
mengapa tak bisa dikelola dengan baik dan maksimal ? hal pertama yang
menyebabkan semua itu adalah karena kekurangan tenaga ahli , terutama tenaga
ahli yang profesional , dan hal itu berhubungan erat dengan tingkay pendidikan
masyarakat yang rendah tadi.
Selain
ketiga ciri tersebut , Negara berkembang tersebut , masih ada yang lain seperti
banyaknya penduduk miskin , angka ketergantungan penduduk yang tinggi , sering
terjadi kekurangan modal sehingga seringkali mengandalkan pinjaman luar negeri
serta adanya ketergantungan pada sector pertanian , ekspor dan impor barang
barang industri. Semua itu berbeda dengan Negara maju yang memiliki tingkat
pendapatan per kapita yang tinggi , pertumbuhan penduduk rendah , angka
kematian penduduk yang kecil , angka harapan hidup yang tinggi , tersedianya tenaga
ahli dan modal yang besar.
Oleh
karena itu , untuk mewujudkan Indonesia sebagai Negara maju , diperlukan usaha
usaha pemerintah dan masyarakat untuk ‘ menyingkirkan ’ serta mengubah cirri
Negara berkembang yang masih melekat di Negara ini menjadi ciri Negara maju
yang tentu diharapkan oleh pemerintah dan masyarakat sendiri. Untuk memulainya
, terutama masyarakat tidak usah yang ‘ muluk muluk ’ , awali saja dengan hal hal
kecil namun berpengaruh besar bagi Negara ini. Bila semua itu sudah dilakukan ,
apa yang menghalangi langkah Indonesia untuk beralih menjadi Negara maju ?
mulailah dari diri sendiri dan itu semua akan terwujud.
*) Penulis adalah siswi SMPN 1 Singosari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar